Peringatan Hari Kartini Kamis 21 April 2016

Peringatan Hari Kartini Kamis 21 April 2016

Suasana kerja di lingkungan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan Selasa 21/4 tampak berbeda, sesuai dengan surat Sekretariat Daerah Kalimantan Selatan Nomor : 236/120/Set/BPPPA tanggal 15 April 2016 hal Anjuran Berbusana Nasional dalam rangka memperingati Hari Kartini, terwujud sebagai penghormatan atas perjuangan kaum perempuan, simbol kesetaraan gender dan emansipasi wanita.

Peranan Wanita di Lingkungan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan sudah dapat diperhitungkan dengan melihat struktur jabatan tertentu bahwa telah dijabat oleh seorang wanita dengan kemampuan dan kwalitasnya dapat diperhitungkan.

Hari ini tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Raden Ajeng Kartini (1879-1904) adalah tokoh sejarah dan salah satu pelopor emansipasi perempuan Indonesia yang namanya harum dalam sejarah. Hidupnya amat singkat, yaitu hanya berusia 25 tahun. Kartini ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional (Keputusan Presiden RI No 108 Tahun 1964). Semenjak itu Presiden Soekarno menetapkan hari lahir Kartini tanggal 21 April 1879 diperingati setiap tahun sebagai Hari Kartini.

Dalam memperingati Hari Kartini patut direnungkan pesan mantan Menteri Agama RI, Prof. Dr. H.A. Mukti Ali, “Seorang ibu yang berhasil mencapai kedudukan tinggi dan terhormat dalam masyarakat, di dalam menjalankan tugasnya itu hendaklah selamanya ingat dan sadar bahwa, Ibu itu adalah Ibu. Di sinilah terletak bedanya gerakan wanita di Barat dengan gerakan wanita di Timur. Gerakan wanita di Barat cenderung dan ada tendenz untuk melepaskan diri dari tanggungjawab dan kewajiban rumah tangga, yaitu gerakan yang mereka namakan women liberation movement atau women’s lib. Gerakan wanita di Timur atau di Indonesia ialah mencari synthese antara kewajiban rumah tangga dan masyarakat.”

Dengan adanya perayaan Hari Kartini, diharapkan kepada seluruh wanita untuk merasa cantik, tidak hanya secara fisik tetapi juga pola berfikir. Agar perempuan Indonesia tampil percaya diri.(NN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*