Ekspos Kajian Kelayakan dan Trase Pembangunan Jalur Kereta Api Antara Palangkaraya – Pulang Pisau – Kuala Kapuas – Marabahan –  Banjarmasin

Ekspos Kajian Kelayakan dan Trase Pembangunan Jalur Kereta Api Antara Palangkaraya – Pulang Pisau – Kuala Kapuas – Marabahan – Banjarmasin

Kajian kelayakan dan trase pembangunan jalur kereta api antara Palangkaraya- Pulang Pisau- Kuala Kapuas -Marabahan- Banjarmasin di laksanakan kamis (8/10/2015) bertempat RR. Hotel Arya Barito Banjarmasin dihadiri oleh Lingkup Pemerintahan Prov. Kalsel, Kota Banjarmasin, Kab. Banjar dan Kab. Barito Kuala serta Lingkup Pemerintahan Prov. Kaliamantan Tengah.

Ekspos dilaksanakan Kementerian Perhubungan  Direktoral Jenderal Perkeretaapian Satuan Kerja Pengembangan Lalu Lintas dan Peningkatan Angkutan Kereta Api bersama pihak konsultan teknik dalam hal ini diwakili oleh Kasubdit Perkeretapaian Suranto, menyatakan bahwa perlu dukungan dan masukan oleh pemerintah daerah guna menetukan Trase Pembangunan Jalur Kereta api yang nantinya akan dibangun lanjut menyampaikan bahwa rencana pembangunan kereta api menggunakan Standar Internasional yang sama dengan jenis rel yang digunakan di Sulawesi Selatan yang pembangunan sudah di mulai.

Pemerintah provinsi kalimantan Selatan dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Prov. Kalsel  Drs. Sufian AH, MM, bahwa Pemerintah sangat pendukung uintuk segera dapat terlaksana pembangunan rel kereta api di Kalimantan diharapkan dapat tercipta transportasi intermoda yang efien di Pulau kalimantan interkoneksi langsung antar simpul muda transportasi yaitu Terminal, Pelabuhan dan Bandar Udara melalui moda kereta api memberikan eskalasi efisiensi kenerja jaringan transportasi yang sangat besar. Lanjut bahwa yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah adalah mengenai pembebasan Lahan yang menjadi Jalur rel serta pembangunan Stasiun diharapkan dukungan semua pihak sehingga dapat terlaksana sesuai rencana.

Dalam Ekspos ini dipaparkan 3 (tiga) Alternatif Jalur Kereta Api ditinjau berdasarkan Kebijakan/Rencana Pembangunan, kondisi Lingkungan, Kondisi Topografi, dan Kondisi Transportasi dari matriks pemilihan alternatif Jalur Kereta Api didapatkan bahwa alternatif 1 ditinjau dari kreteria teknis dan tata ruang dan trasportasi lebih baik (Sumber modul Kajian kelayakan dan Trase).

Dengan pentuan alternatif-alternatif trase jalur kereta api yang sudah dihasilkan serta masukan dari berbagai pihak selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam melakukan pemilihan sehingga diperoleh alternatif trase yang direkomendasikan untuk selanjutnya dilakukan survey koridor untuk memperoleh kondisi riil karakteristik alternatif trase jalur kereta api terpilih.(NN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*